Tepatnya hari ini senin tanggal 20 Mei 2013, yang bersamaan dengan hari kebangkitan nasional. Kemdikbud merilis website baru untuk melakukan verifikasi data guru secara online. Tampaknya pihak kementrian pendidikan dan kebudayaan tidak setengah hati dan sedang melakukan berbagai macam reformasi birokrasi, kali ini yang menjadi kelinci percobaannya adalah Guru. setelah sukses dengan program sertifikasinya yang masih mengundang pro dan kontra di banyak kalangan, kini guru dituntut atau lebih tepatnya dipaksa secara birokrasi untuk memperbaiki kualitas data diri. Melalui situs Layanan PADAMU NEGERI BPSDMPK-PMP nya memberikan himbauan sebagai berikut:
Salam Kebangkitan Nasional.
Bertepatan di Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2013, situs Layanan PADAMU NEGERI BPSDMPK-PMP resmi dirilis dengan semangat membangkitkan Pelayanan Publik Prima, bukan sekedar Pelayanan Birokrasi, kepada Dunia Pendidikan Indonesia.
Kami himbau kepada semua pemilik NUPTK untuk mencari data masing-masing di situs ini dan mempersiapkan diri dalam proses VerVal Ulang NUPTK mulai 3 Juni 2013 sesuai jenis Formulir VerVal Ulang ke Admin Dinas Kab/Kota atau Admin Sekolah Induk masing-masing.
Bagi Admin Dinas dan Sekolah-Sekolah dapat mulai mengaktifkan akun login masing-masing. Surat Login PADAMU NEGERI Admin Dinas dapat diambil di LPMP setempat. Dan Surat Aktifasi Akun Login PADAMU NEGERI setiap sekolah dapat diambil dari Admin Dinas masing-masing.
Mohon bantuan dan pengertian bagi seluruh pihak untuk saling mendukung dan bersinergi membantu proses distribusi dan aktifasi akun login masing-masing.
Hormat Kami
Tim Admin Pusat
PADAMU NEGERI INDONESIA-ku
BPSDMPK-PMP KEMDIKBUD 2013
Tim Admin Pusat
PADAMU NEGERI INDONESIA-ku
BPSDMPK-PMP KEMDIKBUD 2013
ini artinya kembali lagi ke diri kita sebagai guru. sudah siapkah kita melewati banyak perubahan di dunia Guru? tentu jawabanya ada di diri masing-masing.
bagi yang belum siap, tidak ada kata terlambat untuk terus belajar dan belajar. karena kita sebagai IMIGRANT NATIVE, BUKAN DIGITAL NATIVE. Ironisnnya masalah DAPODIK belum tuntas, guru sudah dihadapkan pada fenomena baru seperti ini. tinggal tangguhkah atau tidakkah kita sebagai profesional yang sedang "NAIK DAUN".

